Sidang skripsi, diawal kuliah, sidang skripsi adalah sesuatu yang sangat aku nantikan, aku berharap untuk disegerakan, lain cerita di hari hari menjelang sidang skripsi. Berfikir tentang sidang itu saja aku nervous, gugup, berharap diskip saja.
14 agustus 2012, jam 8an pagi aku sudah berangkat ke kampus, mengenakan celana bahan, kemeja putih dan pantopel pinjeman Dona, temen kosku. terlalu pagi, ya teralalu pagi, sidang pertama baru akan digelar jam 9, dan aku berada diurutan terakhir, urutan kelima.
mendapat giliran terakhir ternyata sangat amat tidak menyenangkan, khususnya urusan sidang. setiap kali temanku keluar dari ruang sidang, mereka memiliki ekspresi yang berbeda, tapi didominasi oleh senyuman. senyuman kebebasan mereka mengakhiri 4 tahun ikatan akademik, ada juga yang shock dan menangis karena dibantai. Tapi bukan ekspresi pertama ini yang tidak mengenakkan.
setelah seorang teman seperjuangan keluar dari ruang meja hijau, tersenyum atau mungkin menangis, dia akan segera bergabung di ruang tunggu, walau saat itu kami tidak berkumpul di ruang tunggu, tapi di taman Fakultas Ilmu Komputer. segera mencari tempat duduk, dan mulai bercerita a sampai z soal sidang mereka. impressive dan menegangkan.
Ya dan Aku, Aku sebagai yang terakhir maju sidang, harus menelan dan menelan setiap cerita-cerita horor mereka. ini sedikit lebay, tapi yang mereka ceritakan kebanyakan horor, horor dengan kata-kata 'dibantai'.
Jam 4.45 namaku Herman Ginting, akhirnya dipanggil maju ke ruang meja hijau. Yes Finally its my turn! langkahku maju ke meja hijau terasa ringan, tanpa beban, blank. Panggilan staff sekretariat FIK itu tampaknya berhasil menghilangkan nervous ku sekaligus menghapus konektivitas antar neuron melalu dendrit di otakku, aku kosong. tapi power point layaknya clue yang menuntun setaip signal dalam otakku untuk menemukan arah neuron berikutnya. Sidang lancar, lancar jaya, tak kutemukan satu pun dari cerita cerita horor dan pembantaian itu di meja hijau. sidang selesai tepat ketika azdan magrib berkumandang. Alhamdulillah, saatnya berbuka, pikirku.
Ada beberapa kemungkinan kenapa aku tak menemukan hal-hal horor itu, kemungkinan terbesar adalah pengujiku, bu Yuni dan Pak Indra mungkin, tak lagi berada di ruang meja hijau pada saat itu, mereka, fikiran mereka mungkin sudah berada di tepi jalan di depan dan atau belakang kampus yang ramai menjajakan jajanan berbuka puasa, hari itu adalah bulan puasa. kemungkinan lain, karena Allah mungkin memudahkanku, karena aku sudah cukup diuji dengan cerita teman temanku. atau mungkin ini bonus karena aku paling lama menunggu, mungkin juga sidang meja hijau lain menungguku yang lebih besar tentunya, sidang Master of Science in Information Technologi for Business Intelligence kah di ULB, Brussels. Apapun itu aku bersyukur bahwa aku akhirnya berhasil, sampai diakhir dengan tepat waktu.
Ya Aku lulus. sebuah akhir. layaknya sebuah SOP dalam memproduksi mimpi menjadi nyata, hari ini, sidang skripsi adalah sebuah akhir salah satu section dari produksi tersebut. sebuah akhir dan juga awal dari section yang lain, sebuah proses kehidupan yang akan mengantarkanku, mungkin juga jalanku menjemput mimpi mimpi itu.
LETS DREAM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar