pada suatu hari dulu kala (dongeng mode) aku dapet telefon dari AMINEF, entah dari mana mereka tahu nomor telfonku, itu masih misteri. Temen-temen pasti tahu lah ya apa itu AMINEF, nih lembaga yang ngurusin beasiswa dari Amerika. Mereka nawarin kesempatan Student Excange ke Amerika dan syaratnya cuma toefl 450 aja. mulai dari situ aku mulai dah mimpi ke Amerika,waktu itu aku sama sekali ga kepikir buat terima tawaran dari AMINEF karena satu hal, ga pede soal bahasa Ingris.
Bulan bulan terakhir kelas 3 SMA, ini masa-masa galau dateng menghampiri ku. temen temenku sibuk diskusiin soal 'kuliah dimana'. aku mungkin satu satunya yang ga punya cerita, dipikir pikir dari segi financial aku mungkin ga mampu bayar kuliah, sampe lah suatu hari aku baca sebuah artikel di koran ibu kota soal pendidikan di Germany yang gratis makanya hari hari setelah itu selalu mimpi nerusin kuliah di Germany. dan lagi lagi kendala bahasa ingris, mimpi ke Germany itu di penjara emas di dasar hati. Sekalipun dua mimpi mimpi tersebut hadir dan tak tercapai setidaknya sampai saat itu, dua hal itu yang memeberikan ku motivasi tersebesar mengapa aku begitu giat belajar bahasa ingris, aku tak mau melewatan kesempatan lagi hanya karena bahasa ingris, begitulah kira-kira dampak panjang dari mimpi belum sampai itu.
semasa kuliah, aku berkenalan dengan ERASMUS MUNDUS, sebuah beasiswa dari Europe Comission untuk kuiah di negara negara anggota UE. Salah satu programmnya yang aku minati adalah Kemanan Komunikasi Mobile di Finlandia, tapi di perjalanan ERASMUS MUNDUS mengumumkan sebuah program baru, Business Intelligence... pas dapet matakuliah ini di FIK UPNVJ yaitu Data Mining dan Knowledge Discovery, aku tertarik banget, alhasil jadilah Belgia jadi mimpiku sampai saat ini.. soal bahasa ingris.. aku dah pede lah hehe buat apa bolak balik ke Pare berguru bahasa ingris kalo ga ada perubahan ya kan?
