Sabtu, 29 September 2012

Awal Mengenal Islam, SMP Waskito 4 Pamulang II.

Dijakarta, aku didaftarkan di SMP waskito 4, didaerah Pamulang II, yang sekarang masuk wilayah Tangerang Selatan.

Gedung sekolah ini cukup besar, karena disini ada SD, SMP, SMEA. Aku tak bisa daftar disekolah negeri, karena kedatanganku ke Jakarta sudah terlabat. Hampir semua sekolah sudah menutup penerimaan siswa baru. Di waskito pun aku mendaftar di hari ke 2 masa orientasi siswa, sehingga aku hanya ikut MoS dihari ketiga, hari terakhir.

Sekolah ini, tak punya identitas yang resmi,webagai sekolah islam, atau sebagai sekolah kristen. Ada guru agama islam, juga ada guru agama kristen. Mushala yang digunakan teman muslimku adalah ruang olahraga indor yang memang tidak setiap hari digunakan.

Kondisinya sangat berbeda hari ini. Siswa di Waskito didominasi oleh siswa kriten ∂άn chiness. Jika berkunjung ke sekolahku ini sekarang, dia lebih identik δεηgαη sekolah kristen.

Ketika tiba mata pelajaran agama, aku ∂άn teman teman kristenku keluar kelas dan mengikuti pelajaran agama di kelas yang khusus untuk pendidikan agama kristen. Ya, di kelas ini aku bersama beberapa teman kristen yang saat itu minoritas sangat menikmati kebersamaan kami. Aku ∂άn teman temanku sering janjian dihari minggu untuk pergi ke gereja yang satu ∂άn yang lainya.

Dikelas 2 SMP, guru pengajar pendidikan kristen sering tidak menghadiri kelas. Teman temanku yang kristen akan berceloteh di kantin selama pendidikan agama kristen. Lalu dimana aku?
Setiap kali guru kristen tidak masuk, aku berada di kelas agama islam.

Aku belajar Islam. Kenapa aku memilih tetap berada di kelas dan belajam Islam, akupun tak tahu.  Dari mengikuti kelas yang tak rutin ini aku mengenal sifat sifat wajib Allah, sifat sifat yang mustahil bagi, konsep taubat, konsep ikhlas, hukum hukum dalam islam. Sampai saat itu, islam berada dalam sebuah ruang memori logic ku. Oke hanya sampai disitu.

Semenjak perkenalanku itu juga, aku menyadari sesuatu yang selalu membangunkanku di subuh hari yaitu adzan subuh. Padahal disekitar kompleku jarak    masjid terdekat menempuh lebih dari 30 menit berjalan kaki. Subuh aku ßαήĞυή, buka buku, belajar.

Semenjak kelas 3, aku mulai jauh dari kegiatan hari minggu, aku tak lagi kegereja. Sesekali aku kembali gereja, tapi tak lagi menarik. Aku selalu tertidur ketika misa berlangsung. Puncaknya adalah 25 desember 2005. Aku tidak lagi menghadiri misa natal. Beberapa minggu kemudian aku akhirnya mengatakan kepada teman muslimku di sekolah, yang juga tetanggaku dirumah, seorang blasteran belanda-jawa, aku ingin mengenal islam lebih jauh.

Akupun dikenalkan oleh seorang ustad yang rutin berkunjung memberikan pengajian kepada bapak bapak di kompleks kami. Minggu berikutnya akupun resmi menjadi seorang muslim.  Sampai dititik itu, belum ada alasan logis seperti mualaf lain yang biasanya berargument kenapa mereka memilih islam. Aku sepenuhnya seperti terhipnotis ∂άn ditarik untuk menjadi muslim oleh sebuah kekuatan yang tak mengerti.

Allah lah yang menariku, mengenalkanku. Hari ini, menjadi muslim adalah hal yang paling berani ∂άn sampai hari ini keputusanku itu adalah yang paling logis dalam hidupku. Islam dibangun dari logic, tidak seperti agama lain yang dibangun dari doktrin, ini sangat memikatku setelah aku memeluk islam. Ya aku terpikat sesungguhnya setelah aku masuk islam itu sendiri.

Alhamdulillah, i am a moslem.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar