Senin, 10 Oktober 2011

Bermimpi ke Amerika, Germany, Finlandia, Sampe Belgia

blog ini semua berisi tentang mimpi, sebuah journal seorang anak kampung dalam meraih mimpi... ya ini sebuah journal... ya kali ini aku pikir perlu untuk membagikan mimpi-mimpi itu, bagaimana mimpi itu telah menjadi momok bagai cel kanker yang kian ganas dikepala ku. ngeri!!

pada suatu hari dulu kala (dongeng mode) aku dapet telefon dari AMINEF, entah dari mana mereka tahu nomor telfonku, itu masih misteri. Temen-temen pasti tahu lah ya apa itu AMINEF, nih lembaga yang ngurusin beasiswa dari Amerika. Mereka nawarin kesempatan Student Excange ke Amerika dan syaratnya cuma toefl 450 aja. mulai dari situ aku mulai dah mimpi ke Amerika,waktu itu aku sama sekali ga kepikir buat terima tawaran dari AMINEF karena satu hal, ga pede soal bahasa Ingris.

Bulan bulan terakhir kelas 3 SMA, ini masa-masa galau  dateng menghampiri ku. temen temenku sibuk diskusiin soal 'kuliah dimana'. aku mungkin satu satunya yang ga punya cerita, dipikir pikir dari segi financial aku mungkin ga mampu bayar kuliah, sampe lah suatu hari aku baca sebuah artikel di koran ibu kota soal pendidikan di Germany yang gratis makanya hari hari setelah itu selalu mimpi nerusin kuliah di Germany. dan lagi lagi kendala bahasa ingris, mimpi ke Germany itu di penjara emas di dasar hati.  Sekalipun dua mimpi mimpi tersebut hadir dan tak tercapai setidaknya sampai saat itu, dua hal itu yang memeberikan ku motivasi tersebesar mengapa aku begitu giat belajar bahasa ingris, aku tak mau melewatan kesempatan lagi hanya karena bahasa ingris, begitulah kira-kira dampak panjang dari mimpi belum sampai itu.

semasa kuliah, aku berkenalan dengan ERASMUS MUNDUS, sebuah beasiswa dari Europe Comission untuk kuiah di negara negara anggota UE. Salah satu programmnya yang aku minati adalah Kemanan Komunikasi Mobile di Finlandia, tapi di perjalanan ERASMUS MUNDUS mengumumkan sebuah program baru, Business Intelligence... pas dapet matakuliah ini di FIK UPNVJ yaitu Data Mining dan Knowledge Discovery, aku tertarik banget, alhasil jadilah Belgia jadi mimpiku sampai saat ini.. soal bahasa ingris..  aku dah pede lah hehe buat apa bolak balik ke Pare berguru bahasa ingris kalo ga ada perubahan ya kan?


Sabtu, 08 Oktober 2011

Handuk Bapak

Aku punya sebuah benda keramat...


September 2010 lalu aku pulang ke kampung halaman, Kuta Pengkih, melepas rindu bapak dan mamak dikampung. Kakak perempuan ku nomer dua saat itu baru beberapa minggu melahirkan putra pertamanya. 2 Minggu di kampung, aku harus balik ke Jakarta karena kuliah sudah masuk, ketika pulang kakakku minta handuk yang aku bawa dari Jakarta, buat dede bayi katanya. Ya Sudah lah, alhasil aku ga punya sehelai handuk ketika pulang. 

Aku pulang ke Jakarta diantar bapak  sampai  Medan, bermalam di tempat Bang Leo. Bang Leo, siapa dia? seperti apa silsilahnya dengan bapak ku? rasanya aku harus menuliskan satu judul tulisan sendiri buat abangku yang satu ini. Diperjalan bapak ku memberikan handuknya yang biasa dia bawa kemana mana. "e ban handokmu adi kulau kari tem', 'ini nanti hadukmu, kalau perlu dijalan', kira-kira maksud bapak seperti itu. Meskipun handuknya ga bagus bagus banget, mungkin bisa di beli 10 ribu 3 di Terminal Kaban Jahe, tapi handuk yang ini istimewa. karena menurut ku handuk ini seperti sebuah do'a dari bapak yang selalu menyertai perjalanan ku meraih mimpi-mimpi.

Je suis un rêveur

Tulisan ini adalah sebuah prolog, mungkin juga overture, perkenalan atau sebuah pernyataan. Ya, tulisan ini pertama kali diterbitkan 08-10 2011 dan hari ini, 17 08 2012 Aku putuskan untuk mengeditnya. menjadikanya sebagai prolog dalam rangkaian sejarah ini, overture dari kehidupan saya, juga perkenalan dan pernyataan :  Je suis un rêveur

Blog ini bukan lah blog pertamaku, aku tak ingat pasti berapa jumlah blog yang sudah pernah aku buat, namun hilang, tenggelam dalam inconsistency. nasip blog ini hampir saja ikut tenggelam, ya blog ini terselamatkan, hampir setahun setelah pembuatan blog ini, aku sadar, dan ingat aku masih punya blog.

sebagi sebuah prolog blog ini kawan kawan, judul dan alamat url blog ini diambil dari bahasa Prancis yaitu Je suis un rêveur  yang berarti dalam bahasa Ingris " I am a dreamer ". Artinnya sudah cukup terang benderang kawan kawan, kalo aku adalah seorang pemimpi.Ya Pemimpi.

Mimpilah yang telah membawa aku berada di hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta. Mimpi untuk  sekolah, sangat sederhana. Sesuatu yang jika aku telusuri dari jejak-jejak masa lalu, aku pun tak pernah terfikir bagaimana mimpi akan membawa aku sampai hari ini, Jakarta. Ya seorang anak manusia yang lahir di salah satu desa terpencil, desa tertinggal di Indoneisa, Kuta Pengkih, salah satu dusun terpencil di Tanah Karo kini berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya di Jakarta, ini lah bagian overture dari blog ini.

Aku terlahir dengan sebuah nama, yang pada mulanya, aku selalu bertanya, kenapa namaku tak seindah nama-nama teman sekolah ku dijakarta. Herman Ginting, itulah nama yang disematkan kedua orang tuaku ketika aku dilahirkan. Tak hanya terlalu biasa di telinga orang indoneisa, teman temanku yang 'baru' kenal dengan bahasa Ingris mengartikan 'herman' sebagai 'dia (perempuan) laki-laki'.  aku selalu berargumen 'her' adalah bagian dari possessive pronoun dalam bahasa Ingris, menyatakan milik, sehingga artinya seharusnya laki-lakinya (nya disini adalah perempuan). tapi ya sudah lah, Shakesphere punya argumen lain, 'apalah arti sebuah nama'. Ya Sampai saat itu, setidaknya SMP-SMA dijakarta, agaknya aku hanya perlu berpegang teguh pada pedoman itu, 'apalah arti sebuah nama'. Tapi keyakinan ini, pada masanya berubah, toh aku akhirnya mati-matian mencari arti namaku sendiri. Layaknya satu paragraf ngalor ngidul ini cukup sebagai perkenalan ku. aku yakin dunia pasti akan lebih mengenaliku dari fikiranku yang mengalir di setiap tulisan selanjutnya ketimbang memperpanjang cerita siapa aku.
hmmm rasanya panjang banget prolog blog ini, tapi tak apa lah sebagai penutup di prolog sekaligus  posting pertama blog ini, aku pengen share sebuah pesan seseorang, mmm aku sebut seseorang karena aku pun tidak pernah mengenalnya secara langsung, pesannya singkat, gampang di hafalin tapi yang penting adalah keyakinan , begini nih pesannnya ...
dream do come true.
sebagai tambahan, aku pun ingin memberikan pesan kepada teman-teman, Let's Dream.