Mamak akan datang berkunjung ke jakarta. Kali kedua setelah 10 tahun aku dijakarta. Pertama kali mamak ∂άn bapak menjengukku ketika aku memasuki kelas 2 SMP.
Banyak hal yang harus bisa kujelaskan kepada mamak, tentang kuliahku, pekerjaanku, keuanganku. Tapi dari sederet hal yang pasti akan ditanyakan itu, ada suatu hal yang sampai aku menuliskan tulisan ini, jawbanya masih abstrak.
Umurku sudah 22 tahun, ∂άn aku belum juga punya pacar. Inilah pertanyaan yang paling rumit untuk diuraikan, aku terlalu cupu untuk memulai sebuah hubungan. Aku terlalu angkuh untuk membuka hati.
Minggu depan, 7 Oktober, mamak datang δεηgαη bang leo. ∂άn aku tahu, hal ini pasti ditanyakan, agaknya aku harus bisa menemukan seseorang dalan 1 minggu, atau, jujur saja, bukan aku tak laku...
Disemester 5, Seorang rekan mahasiswi kedokteran terus terus menelfonku, message fb, sms. Tapi agresivitas itu membuatku ngeri, terakhir kali, ketika aku sedang di Pare, Kediri dia menelfon lagi ∂άn aku menyuruh teman asramaku untuk menerima telefon. Ya semenjak itu dia tak lagi 'menerorku'. Aku lega, dan tega.
Ketika aku di Pare juga, seorang temanku, perempuan perantauan dari palembang. tiap hari memintaku menjadi parnernya, untuk latihan menembak. Dia ingin menembak seorang lakilaki yang dia tak pernah jelaskan siapa. ∂άn aku selalu mengahiri latihan δεηgαη mengatakan tidak alias menolaknya.
Setelah masa kursus berakhir selesai, aku ∂άn 3 orang teman dekatku merenacanakan pulang δεηgαη kereta api ekonomi gaya baru malam selatan. Dia memaksa ikut dengan rombongan kami.
Diperjalanan, semua biasa saja, kuanggap dia teman biasa, aku sama sekali tak canggung bercanda, ketawa, hingga satu sms masuk ke hpku dari teman kursusku, teman dekatnya yang masih di Pare, laki-laki yang ingin dia tembak adalah aku. Aku pun diam, speechless. Tak lagi ada canda tawa. Kikuk. Merasa bersalah.
Tiba di Stasiun senen, dia dijemput sepupunya, dan kami berpisah hanya δεηgαη salamualikum.
Di akhir semester 7 aku diterima sebuah perusahaan swasta sebagai junior software engineer. Aku berkenalan dengan dengan sesama software engineer, bedanya pegawai magang dari salah satu SMK TI di Malang.
Setiap hari dia like statusku, sekaligus sebuah pesan lewat sms, kadang chat, kadang pesan langsung untuk like balik. Sesekali aku like statusnya. Tapi lebih sering di membajak fb ku hanya untuk like statusnya. Temannya bercerita bahwa dia menyukaiku.
Sesungguhnya aku pun suka. Dia memiliki senyum yang manis, cerdas. Tapi alai. Itulah yang membuatku menahan diri.
Dihari terakhirnya bekerja magang dikantorku, dia menemaniku мαкαη malam dikantin kantor, memintaku untuk berfoto berdua. ∂άn dia menangis. Aku gugup, speechless. Tal ada lagi pembicaraan, 'tunggu aku disini ya, selesai sekolah aku kerja disini lagi'. Itulah kata penutupnya. Kamipun pulang naik busway. Malam itu jalanan padat merayap, cukup untulku ∂άn dia untuk berbicara banyak, tapi aku diam, dia juga diam.
Dari keangkuhan itu, sekarang aku kebingungan, bagaimana caranya menemukan seseorang dalam 1 minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar