Minggu, 28 Oktober 2012

Graduation Hhuh?

Setelah beberapa lama, akhirnya aku meluangkan waktu juga, menuliskan sesuatu tentang wisuda. Akhirnya aku melalui celebrasi selesainya satu section dalam meraih mimpi itu.

10 October 2012, aku akhirnya wisuda juga. Sebagai mahasiswa yang tergabung di organisasi Pers Mahasiswa bukan kali pertama aku menghadiri wisuda. Sedikitnya aku 4 kali aku terlibat dalam peliputan wisuda.

Masa meliput wisuda selalu emosional, haru, senyum bahagia para wisudawan wiaudawati. Ohhh giliranku kapan? Aku selalu bergairah sepulang meliput wisuda, aku mau segera.!

Wisuda ini aku salah satu mahasiswa terbaik, salah satu ibsesiku, ternyata menjadi mahasiswa terbaik tak seindah sebutannya. Di hari wisuda sebagai mahasiswa terbaik aku merasa seperti boneka praga panitia. Aku benar benar tak menikmati.

Sebagai mahasiswa terbaik juga tempat dudukku dipisah dari teman temanku, ahhh makin ga asik

Well, bagaimana pun hari itu aku bahagia, aku setidaknya yang pertama dikeluarga ku ∂άn di garis ayahku yang berhasil sampai akhir.
Dan ada yg kurang di hari bahagia itu, ayahku, yang empunya mimpi yang lainya tak ada disana bersamaku. Ayah aku sudah lulus...

GREATDUATION

Kamis, 11 Oktober 2012

Revisit, the 2nd. Seminggu Mencari Cinta Pupus

7 oktober 2012, mamak terbang dari Polonia Medan, pukul 5.30 , penerbangan pertama menuju Soetta, Jakarta. Jakarta masih pagi ketika mamak tiba tapi sebagai ibu kota, mamak mendapatinya lebih riuh dari kunjungan pertamanya, 8 Tahun lalu, Jakarta juga lebih panas, ujarnya.

Saat mamak tiba di rumah abang Leo aku masih  di kosan ku, mengerjakan berbagai rutinitas seorang bujang yang merantau, beres-beres kamar, nyuci baju, nyetrika. Selesai membereskan semua urusan remeh remeh itu aku bergegas mengunjungi mamakku, di rumah abangku. Aku merindukanya.

Mamakku datang ke Jakarta untuk menghadiri prosesi wisudaku, pada hari rabu nya. Dan Alhamdulillah, aku berhasil mempersiapkan kado pertama untuk orang tua ku, aku lulus sebagai mahasiswa terbaik.
Aku ingin segera memberitahunya.

Sesampainya aku, predikat sebagai mahasiswa terbaik tak terlalu menarik perhatianya. Mamak tampaknya memendam hal lain yang menurutnya jauh lebih penting dari ceremoni pelantikan gelar baruku.

Siapa calonmu? Apa pekerjaan orang tuanya, berapa bersaudara, lulusan apa, kerja dimana? Ini semua jauh lebih menarik perhatian mamak di kedatanganya yang kedua ini.

Lalu apa jawabanku? Aku jujur aku jomblo, aku masih sendiri. Mamak tak percaya, dia lebih percaya fikiran negatifnya kalo aku ga pede mengenalkan mamak dengan calonku, ahhhh rumit. Rumit

Life goes on and get so (⊙ ,⊙)

Rabu, 03 Oktober 2012

Terus berlayar, terus berputar, terus berjalan

Terus berlayar. Aku harus akui, frasa ini aku petik dari ibuknya mas iwan. Untuk menggambarkan perjuanganya menaklukkan amerika, anak seorang tukang angkot menaklukkan new york, amerika.

Aku sendiri belum memiliki frasa khusus mengambarkan perjuanganku menaklukkan eropa. Eropa hari ini masih ada, berputar bersamaku, di hatiku, ∂άn didalam langkahku.

Berjalan. Terus berjalan. Seperti sebuah cermin ajaib. Berjalan sering kali menghadirkan frame frame tak usang namun samar dari masa laluku, mengingatkan siapa aku?

Terus berjalan. Juga membawakan frame frame masa depan yang memiliki banyak sisi, dari yang terang benderang hingga gelap gulita. Berjalan. Mengingatkanku, kemana aku akan membawa kehidupanku.