Sabtu, 08 Oktober 2011

Je suis un rêveur

Tulisan ini adalah sebuah prolog, mungkin juga overture, perkenalan atau sebuah pernyataan. Ya, tulisan ini pertama kali diterbitkan 08-10 2011 dan hari ini, 17 08 2012 Aku putuskan untuk mengeditnya. menjadikanya sebagai prolog dalam rangkaian sejarah ini, overture dari kehidupan saya, juga perkenalan dan pernyataan :  Je suis un rêveur

Blog ini bukan lah blog pertamaku, aku tak ingat pasti berapa jumlah blog yang sudah pernah aku buat, namun hilang, tenggelam dalam inconsistency. nasip blog ini hampir saja ikut tenggelam, ya blog ini terselamatkan, hampir setahun setelah pembuatan blog ini, aku sadar, dan ingat aku masih punya blog.

sebagi sebuah prolog blog ini kawan kawan, judul dan alamat url blog ini diambil dari bahasa Prancis yaitu Je suis un rêveur  yang berarti dalam bahasa Ingris " I am a dreamer ". Artinnya sudah cukup terang benderang kawan kawan, kalo aku adalah seorang pemimpi.Ya Pemimpi.

Mimpilah yang telah membawa aku berada di hiruk pikuk Ibu Kota Jakarta. Mimpi untuk  sekolah, sangat sederhana. Sesuatu yang jika aku telusuri dari jejak-jejak masa lalu, aku pun tak pernah terfikir bagaimana mimpi akan membawa aku sampai hari ini, Jakarta. Ya seorang anak manusia yang lahir di salah satu desa terpencil, desa tertinggal di Indoneisa, Kuta Pengkih, salah satu dusun terpencil di Tanah Karo kini berjuang mewujudkan mimpi-mimpinya di Jakarta, ini lah bagian overture dari blog ini.

Aku terlahir dengan sebuah nama, yang pada mulanya, aku selalu bertanya, kenapa namaku tak seindah nama-nama teman sekolah ku dijakarta. Herman Ginting, itulah nama yang disematkan kedua orang tuaku ketika aku dilahirkan. Tak hanya terlalu biasa di telinga orang indoneisa, teman temanku yang 'baru' kenal dengan bahasa Ingris mengartikan 'herman' sebagai 'dia (perempuan) laki-laki'.  aku selalu berargumen 'her' adalah bagian dari possessive pronoun dalam bahasa Ingris, menyatakan milik, sehingga artinya seharusnya laki-lakinya (nya disini adalah perempuan). tapi ya sudah lah, Shakesphere punya argumen lain, 'apalah arti sebuah nama'. Ya Sampai saat itu, setidaknya SMP-SMA dijakarta, agaknya aku hanya perlu berpegang teguh pada pedoman itu, 'apalah arti sebuah nama'. Tapi keyakinan ini, pada masanya berubah, toh aku akhirnya mati-matian mencari arti namaku sendiri. Layaknya satu paragraf ngalor ngidul ini cukup sebagai perkenalan ku. aku yakin dunia pasti akan lebih mengenaliku dari fikiranku yang mengalir di setiap tulisan selanjutnya ketimbang memperpanjang cerita siapa aku.
hmmm rasanya panjang banget prolog blog ini, tapi tak apa lah sebagai penutup di prolog sekaligus  posting pertama blog ini, aku pengen share sebuah pesan seseorang, mmm aku sebut seseorang karena aku pun tidak pernah mengenalnya secara langsung, pesannya singkat, gampang di hafalin tapi yang penting adalah keyakinan , begini nih pesannnya ...
dream do come true.
sebagai tambahan, aku pun ingin memberikan pesan kepada teman-teman, Let's Dream.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar