Sabtu, 08 Oktober 2011

Handuk Bapak

Aku punya sebuah benda keramat...


September 2010 lalu aku pulang ke kampung halaman, Kuta Pengkih, melepas rindu bapak dan mamak dikampung. Kakak perempuan ku nomer dua saat itu baru beberapa minggu melahirkan putra pertamanya. 2 Minggu di kampung, aku harus balik ke Jakarta karena kuliah sudah masuk, ketika pulang kakakku minta handuk yang aku bawa dari Jakarta, buat dede bayi katanya. Ya Sudah lah, alhasil aku ga punya sehelai handuk ketika pulang. 

Aku pulang ke Jakarta diantar bapak  sampai  Medan, bermalam di tempat Bang Leo. Bang Leo, siapa dia? seperti apa silsilahnya dengan bapak ku? rasanya aku harus menuliskan satu judul tulisan sendiri buat abangku yang satu ini. Diperjalan bapak ku memberikan handuknya yang biasa dia bawa kemana mana. "e ban handokmu adi kulau kari tem', 'ini nanti hadukmu, kalau perlu dijalan', kira-kira maksud bapak seperti itu. Meskipun handuknya ga bagus bagus banget, mungkin bisa di beli 10 ribu 3 di Terminal Kaban Jahe, tapi handuk yang ini istimewa. karena menurut ku handuk ini seperti sebuah do'a dari bapak yang selalu menyertai perjalanan ku meraih mimpi-mimpi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar